Rabu, 06 April 2011

TINJAUAN SYAR’I SEPUTAR HUKUM JUAL BELI KREDIT Vol. 1

Diantara persoalan penting yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan umat Islam adalah masalah halal dan haram serta syubhat saat mencari rizqi. Padahal masalah ini sangat ditekankan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama’ salaf, karena sangat erat hubungannya dengan amal perbuatan, diterimanya do’a dan lain sebagainya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172) Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّباً وَ إِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ
“Sesungguhnya Allah itu Maha baik dan hanya menerima yang baik-baik saja. Sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mu’minin sebagaimana Allah memerintahkan para rasul.”
Jual beli sistem kredit datang menyeruak diantara segala sistem bisnis yang ada. Sistem ini mulai diminati banyak kalangan, karena rata-rata masyarakat berasal dari kalangan menengah ke bawah, yang mana terkadang mereka terdesak untuk membeli barang tertentu yang tidak bisa didapatkan secara kontan, maka kredit adalah pilihan yang mungkin dirasa tepat. Namun ada sebuah pertanyaan besar yang muncul, yaitu apa hukum jual beli kredit secara Islam? Halalkah? Atau haram? Kalau halal, lalu bagaimana aturan dan kode etiknya baik bagi penjual maupun bagi pembeli?

MENUMBUHKAN EMPATI ANAK

Senang rasanya melihat anak kita berceloteh tentang rasa kasihannya kepada temannya yang sedang sakit, berarti anak kita telah memiliki rasa kepekaan terhadap teman-temannya. Maka tugas kita selanjutnya adalah mengembangkan sifat ini sehingga akan mendarah daging dalam diri anak kita.
Hadirnya seorang anak akan menjadi bukti aktualisasi orang tua dalam bermasyarakat dan menjadi tabungan untuk kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu panduan khusus yang syar’i untuk membentuk pribadi anak. Empati adalah wujud pemahaman anak terhadap apa yang dirasakan orang lain. Para psikolog berpendapat, pada dasarnya setiap anak sudah memiliki kepekaan (empati) pada dirinya. Persoalannya tergantung bagaimana cara orang tua mengasahnya sehingga empati itu bisa menjadi bagian dari karakter dan kepribadian anak. Berikut beberapa cara untuk para orang tua yang berkeinginan mengasah empati anak :

AN-NAJMA EDISI 41

Ukhuwah yang indah, ukhuwah yang tak ternoda oleh ghibah. Ukhuwah yang tak lekang zaman, tak lapuk oleh waktu, tak kenal perbedaan jarak.
Banyaknya bencana dimana-mana adakah membuat hati kita tergetar? Atau jangan-jangan mata kita terlanjur mati rasa?
Jangankan yang jauh, bahkan tetangga di seberang jalan saja kita tak kenal namanya:(

UMMUL BANIN

‘… menyambung tali silaturrahmi dan berempati pada penderitaan orang lain lebih kucintai dari memakan makanan lezat di atas rasa lapar seseorang… ’
Seorang perempuan yang berada pada puncak kemuliaan dan kehormatan, ia mengangkat panji kemuliaan diantara keluarga dan kerabatnya yang banyak menjadi khalifah dan gubernur.
Beliau adalah Ummul Banin binti Abdul Aziz bin Marwan Al-Umawiyah Al-Qurasyiah, saudari Umar Abdul Aziz,dan beliau adalah istri dari khalifah Walid bin Abdul Malik, ia melahirkan tiga orang anak dari hasil pernikahannya dengan Walid, mereka adalah Abdul Aziz, Muhammad dan Aisyah.

Selasa, 08 Maret 2011

An-Najma Edisi 40

Akhirnya sampai juga An-Najma pada edisi 40... Alhamdulillah.... 'ala kulli haal...

Menjadi wanita Shalihah memang tak mudah, "Diam di rumah dicap tak ramah", "keluar rumah justru menjadi fitnah". Belum lagi vonis-vonis sebagai mayoritas penghuni neraka, senjata mutakhir bagi syaithon untuk menjerumuskan kaum adam.
jangankan sibuk berlomba memperbanyak amal, menjaga diri supaya tak terjerumus dari hal yang diharamkan pun rasanya susah bukan main. Namun jangan sedih... wahai para wanita....

Informasi Pendaftaran Mahasantri A6 Thn Akademik 2011

Brosur Ma'had 'Aly Lilbanat Hidayaturrahman
lazimnya sebuah yayasan atau lembaga pendidikan, maka di akhir tahun akademik akan ada mahasantri yang diwada' atau bahasa kerennya di wisuda. ada pula mahasantri baru yang akan menjadi regenerasi penerus da'wah dan tholibatul 'Ilmi Sejati. Pengkaderan para akhwat dengan berbagai perbekalan ulumuddin yang mapan saat ini jarang dijumpai di tengah-tengah masyarakat. maka MA putri hidayaturrahman telah hadir dengan berbagai visi dan misinya untuk melengkapi kebutuhan ummat akan da'iyah handal, mahir, dan proffesional, serta membidangi pada berbagai macam kejuruan, Fiqh Nisa', Jurnalistik, dll

Senin, 07 Maret 2011

An-Najma Tambah Eksemplar

Alhamdulillah... kini An-Najma telah dapat menambah jumlah eksemplar dari 1500 menjadi 2000 eks. hal ini tentu tidak mudah bagi para redaktur an-Najma yang harus mengurusi organisasi yang cukup rumit ini di tengah-tengah kesibukan para mahasantri menyelesaikan tugas-tugas dari mdosen. belum lagi kegiatan BEM berupa dirosah maktabiyah, tahfidz, tikrar, dll... namun... hal ini tetap akan kami perjuangkan sebagai bentuk partisipasi kami atas da'wah yang agung ini. da'wah Ilallah... semoga Allah memudahkan. Amiin.... tetap kami tawarkan bagi para pembaca yang berminat menjadi agen. hubungi distributor utama 081915380686 atau silahkan datang ke kantor redaksi kami dengan alamat, "MA'HAD ALY LILBANAT HIDAYATURRAHMAN PILANG MASARAN SRAGENJATENG 57282" dan tentu... kami melayani anda yang berada di luar JAwa, akan tetapi biaya kirim tetap ditangguang age. syukran Barakallah fikum....